Disdukcapil Layani Rekam Ktp-el Di Lapas Kelas Ii A Bandung

  • Kamis, 17 Januari 2019 budhiartisevhiane

    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung melakukan perekaman KTP-el di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Bandung pada Kamis (17/1/2019). Kegiatan ini merupakan Gerakan Nasional Jemput Bola Perekaman Biometrik KTP-el serentak yang dilaksanakan di Lapas dan Rutan seluruh Indonesia pada 17 sampai 19 Januari 2019 sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 471.13/ 539/ Dukcapil tanggal 10 Januari 2019.

                 Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Lapas dan Rutan se-Indonesia ini dipusatkan di Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta yang memiliki tema “Rekam Cetak KTP-el Serentak di Lapas/Rutan, Sukseskan Pemilu 2019” yang mana acara tersebut dapat disaksikan secara relay melalui aplikasi zoom. Acara yang ditayangkan secara relay tersebut disaksikan juga di Lapas Narkotika Kelas II A Bandung bersama Asiten Pemerintahan, Sekretariat Kabupaten Bandung, Yudhi Haryanto, SH, SP1, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bandung, Drs. H. Salimin, M.Si, Kepala Lapas, Gun Gun Gunawan, A.Md.I.P.,SH.,M.H beserta Bawaslu dan KPU Kabupaten Bandung.

                    Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh, saat memberikan laporan dalam acara tersebut mengatakan bahawa hal pokok dari kegiatan tersebut adalah mendata seluruh warga binaan agar mereka bisa menunaikan hak konstitusionalnya pada Pemilu 17 April 2019 nanti. Beliau juga menjelaskan bahwa langkah pertama yang dilakukan dalam proses perekaman di Lapas dan Rutan adalah memeriksa warga binaan yang sudah memiliki KTP elektronik dan yang belum. Bila warga binaan sudah merekam dan KTP-nya masih dibawa, maka yang bersangkutan akan langsung dimasukkan kategori satu dengan status administrasinya telah lengkap. Kemudian, bila warga binaan sudah memiliki NIK tapi belum merekam, mulai hari ini sampai tiga hari ke depan akan dilakukan perekaman.

                    Kepala Disdukcapil Kabupaten Bandung, menjelaskan juga bahwa di Lapas Narkotika Kelas II A Bandung terdapat 170 warga binaan terdata belum melakukan perekaman KTP-el. “Jumlah warga binaan di Lapas Narkotika Kelas II A Bandung yang sudah melakukan perekaman kurang lebih sebanyak 1.200 orang dan 170 orang yang terdata belum melakukan perekaman. Kita akan lakukan pengecekan terlebih dahulu apakah warga binaan benar-benar belum direkam atau sudah dengan mencari data berdasarkan pencarian nama karena jelas mereka tidak mungkin membawa kartu keluarganya atau mengingat nomor NIK mereka masing-masing”, jelasnya.

    Sementara secara keseluruhan di wilayah Kabupaten Baandung “terdapat 97% warga wajib KTP-el yang sudah melakukan perekaman KTP-el dan sekitar 89 ribu penduduk belum melakukan perekaman. Sehingga diharapkan, warga yang belum melakukan perekaman agar segera melapor”, tegasnya.

                    Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Bandung, membenarkan bahwa dari 1.390 warga binaan yang ada di seluruh lapas dan rutan di Kabupaten Bandung, sekitar 1.200 an yang sudah terdaftar Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan sisanya masih belum melakukan perekaman sehingga mereka belum terdaftar dalam DPT. “Dengan adanya kerjasama dengan Disdukcapil maka dapat menambah jumlah DPT yang berasal dari warga binaan. Karena setiap warga negara berhak menggunakan suaranya dalam menentukan pemimpin di Pemilu”, ungkapnya.

  • 23 Apr